Beginilah Cara Mengolah Limbah Peternakan Menjadi Biogas

Beginilah Cara Mengolah Limbah Peternakan Menjadi Biogas

Others

Saat ini limbah kotoran ternak terutama pada sapi tidak jarang menjadi sumber masalah bagi kehidupan manusia, khususnya lingkungan sekitarnya. Karena kotoran ternak menghasilkan hydrogen sulfide, gas metana, dan juga karbon dioksida.

Gas tersebut menghasilkan ammonia dimana dapat menyebabkan iritasi mata dan juga gangguan pada saluran pernapasan, atau bisa juga menyebabkan kerusakan yang ada di paru-paru. Karena hal itulah banyak permasalahan yang timbul terkait limbak peternakan tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ternyata ada beragam cara pengolahan limbah peternakan sapi yang sangat bermanfaat dan tidak berdampak negative pada lingkungan sekitar, bahkan bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu alternative pengolahan limbah peternakan sapi yang sangat direkomendasikan yaitu dengan mengolahnya menjadi biogas, sebenarnya cara pengolahannya cukup mudah, oleh karena itu kalian harus menyimak ulasannya sebagai berikut.

Proses Pembuatan Limbah Ternak Menjadi Biogas

Bisa tergolong mudah, bisa juga tergolong sulit. Oleh karena itu, berikut ini langkah-langkah serta proses pembuatan limbah ternak sapi menjadi biogas. Kalian hanya perlu mengikuti proses pembuatannya sebagai berikut:

  1. Campur Dulu Bahan dengan Air

Bahan baku kotoran ternak (sapi) dicampur dulu dengan air, lalu masukkan ke dalam mesin. Sementara perbandingan keduanya yaitu 1:1, nantinya jika semuanya sudah tercampur maka akan berbentuk seperti lumpur yang lengket.

  1. Masukkan Lumpur di Dalam Penampungan Sementara

Setelah tadi kalian mencampurnya ke dalam mesin, maka kalian harus mendiamkannya beberapa saat. Untuk itulah bak dalam mesin juga harus kalian perhatikan, hingga penampungan tersebut berisi penuh lumpur yang sudah kalian campur tadi.

  1. Menambahkan Starter

Kalau kalian belum tahu apa itu Starter, ini merupakan mikroorganisme perombak yang banyak sekali dijual di pasaran. Fungsinya yaitu membantu mempercepat proses perombakan bahan organik hingga menjadi biogas sempurna.

Kalian juga harus memperhatikan perbandingan dari lumur dan juga starter ini, jika tidak maka biogas yang dihasilkan juga tidak sempurna. Apabila sudah ditambahkan, maka tutup penuh bak penampungan dan biarkan proses fermentasi berlangsung secara maksimal.

  1. Proses Pembentukan Gas

Dalam proses fermentasi ini, minggu pertama akan membnetuk gas karbon dioksida, kemudian pada hari ke-10 gas metan akan mulai terbentuk dan mulai dihasilkan juga, dan setelah minggu ke-2, maka gas akan terbentuk dan bisa digunakan untuk menyalakan pai pada kompor gas atau kebutuhan lainnya.

Perlu kalian ketahui bahwa komposisi yang terdapat pada biogas adalah CH4 54% dan CO2 27%, sehingga biogas yang digunakan untuk kompot tidak akan berbau seperti kotoran sapi ataupun kotoran lainnya.

Itulah cara mendapatkan biogas dari pengolahan limbah peternakan sapi. Selain bisa menghasilkan biogas sendiri, libah ampas dari lumpur yang dihasilkan tadi juga bisa digunakan sebagai pupuk kandang atau pupuk organik yang sangat baik digunakan dalam keadaan basah maupun kering.